Select Page

Sepanjang tahun 2022 peta pertarungan calon presiden makin didominasi oleh tigatokoh saja. Menuju pergantian tahun Ganjar Pranowo mengokohkan diri pada posisiunggul, diikuti oleh pesaing ketatnya Prabowo Subianto.

Temuan survei Voxpopuli Research Center menunjukkan elektabilitas Ganjar mencapai23,8 persen, sedangkan Prabowo sebesar 20,2 persen. Anies mengejar pada peringkatketiga dengan elektabilitas 18,7 persen.

Kilas balik pada setahun terakhir, posisi tiga besar dalam bursa capres makin kokohditempati oleh Ganjar, Prabowo, dan Anies,ungkap Direktur Komunikasi VoxpopuliResearch Center Achmad Subadja dalam keterangan tertulis kepada pers di Jakarta, pada Minggu (8/1).

Menurut Achmad, tren kenaikan elektabilitas Ganjar sudah terjadi sejak awal pandemiCovid-19 pada pertengahan 2020 silam. Ganjar bersaing ketat dengan Prabowo yang masih digdaya setelah dua kali mengalami kekalahan pada perhelatan Pilpres.

Hanya saja nasib Ganjar tak sebaik Prabowo yang relatif memegang kendali atas partaipolitik. Ganjar masih harus bersaing di internal PDIP, di mana Puan Maharani juga bertarung dalam bursa capres 2024.

Apakah Ganjar akan mendapat tiket bergantung pada keputusan PDIP yang akandikeluarkan pada 2023 ini,” tandas Achmad. PDIP akan menyelenggarakan perayaanhari ulang tahun partai pada 10 Januari mendatang, di mana soal pemilu dan Pilpreshampir pasti akan dibahas.

Di sisi lain, Anies sebagai penantang kuat baik Ganjar maupun Prabowo juga tengahmenanjak elektabilitasnya. Namun lagi-lagi posisi Anies juga belum aman, mengingatkoalisi yang digadang-gadang oleh Nasdem, PKS, dan Demokrat tak kunjung terbentuk.

Positioning sebagai antitesis Jokowi menjadikan Anies sebagai figur sentral oposisi, ketika Prabowo yang sebelumnya menjadi rival Jokowi bergabung ke dalampemerintahan,” Achmad menjelaskan.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana tren elektabilitas ketiga figur tersebut pada tahun2023? Jika sesuai jadwal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan membuka pendaftaranbakal capres-cawapres pada bulan Oktober mendatang.

Sejauh ini elektabilitas baik Ganjar, Prabowo, maupun Anies belum menembus angkapsikologis 30 persen. “Banyak pihak, terutama partai-partai politik, tentu menginginkancalon yang diusung memiliki potensi menang yang lebih tinggi,” tegas Achmad.

Di luar posisi tiga besar, ada nama-nama seperti Ridwan Kamil (5,2 persen), AgusHarimurti Yudhoyono (4,6 persen), dan Sandiaga Uno (4,1 persen). “RK dan Sandi cenderung turun, sedangkan AHY stabil dan terakhir mengalami kenaikan elektabilitas,” jelas Achmad.

“RK, Sandi, dan AHY diprediksi akan bertarung memperebutkan tiket calon wakil presiden,” lanjut Achmad. Demokrat mengincar Koalisi Perubahan yang digagas Nasdemagar bisa mengusung AHY sebagai cawapres, berpasangan dengan Anies.

Pada posisi ke bawah lagi, Puan memimpin dengan elektabilitas 3,9 persen, disusulErick Thohir (3,1 persen) dan Khofifah Indar Parawansa (2,4 persen). Lalu ada AndikaPerkasa (1,5 persen), Airlangga Hartarto (1,3 persen), Mahfud MD (1,1 persen), dan Yenny Wahid (1,0 persen).

Sisanya memiliki elektabilitas di bawah 1 persen, dan tidak tahu/tidak jawab 8,8 persen. “Namanama tersebut juga memiliki peluang lebih kuat sebatas cawapres, kecuali Puandan Airlangga yang merupakan elite partai politik,pungkas Achmad.

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 1723 Desember 2022, kepada 1200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakiliseluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen, pada tingkatkepercayaan 95 persen. (*)