Select Page

PERSAINGAN dalam bursa Pilpres 2024 tercerminkan pula dalam konstelasi partai politik. Temuan survei Voxpopuli Research Center menunjukkan PDIP dan Gerindra bersaing ketat.

PDIP masih mempertahankan peringkat pertama dengan elektabilitas mencapai 17,4%, tetapi dibayang-bayangi oleh Gerindra sebesar 17%. Namun, elektabilitas PDIP belum pulih kembali ke posisi pada awal tahun, setelah sempat merosot usai heboh Piala Dunia U20.

Sebaliknya, Gerindra masih menikmati lonjakan elektabilitas dan terus mendekati posisi PDIP. Sementara itu elektabilitas partai-partai lain cenderung tetap stabil. Golkar (8,1%, PKB (7,6%), Demokrat (6,3%), PSI (6%), PKS (4,2%), PAN (2,7), PPP (2,5%)

“Persaingan PDIP dan Gerindra makin ketat, sedangkan partai-partai lain masih stabil elektabilitasnya,” ungkap peneliti senior Voxpopuli Research Center Prijo Wasono lewat keterangan tertulis yang diterima, Kamis (14/9).

Menurut Prijo, ketatnya persaingan dua partai besar pendukung pemerintah itu menunjukkan bekerjanya coattail effect dari pencapresan. “Menguatnya elektabilitas Prabowo disertai dengan kenaikan signifikan Gerindra sebagai partai utama pengusung Menteri Pertahanan itu,” jelas Prijo.

Hasilnya, elektabilitas Gerindra yang semula terpaut hingga 5 persen dari Gerindra kini terus memepet PDIP yang mengusung Ganjar. “Anjloknya elektabilitas Ganjar pada survei bulan April memerlukan pemulihan berbulan-bulan, dan berdampak pada stagnannya PDIP,” terang Prijo.

Praktis PDIP dan Gerindra kini menjadi poros utama yang berpeluang membentuk poros koalisi yang saling berhadapan dalam Pilpres mendatang. “Jika elektabilitas Prabowo terus meningkat, bukan tidak mungkin Gerindra bakal menyalip PDIP menjadi pemenang pemilu,” tandasnya.

Kini, Ganjar didukung oleh koalisi yang terdiri dari PDIP dan PPP serta sejumlah partai non-parlemen. Sedangkan koalisi Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo didukung oleh Gerindra, Golkar, dan PAN, serta sisanya juga partai-partai baru dan non-parlemen.

SSurvei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 1-7 September 2023, kepada 1200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei sebesar ±2,9%, pada tingkat kepercayaan 95%. (RO/H-3)

Sumber: https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/613561/pdip-dan-gerindra-makin-ketat-partai-lain-stabil