Select Page

Perjalanan bangsa Indonesia sepanjang tahun 2022 dihadapkan pada sejumlah masalahketika masih berjuang untuk keluar dari pandemi Covid-19. Setelah sempat terpuruk kejurang resesi, pertumbuhan ekonomi pada 2022 selalu positif dan stabil pada kisaran 5 persen.

Meskipun dilanda beberapa kali gelombang pandemi, tetapi perekonomian Indonesia terbukti tetap tangguh. Hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari keputusan untukmenyeimbangkan aspek kesehatan dengan sosial-ekonomi, alih-alih menerapkanlockdown secara keras.

Bahkan Tiongkok yang sebelumnya ngotot menerapkan kebijakan zero covid akhirnyamenyerah. Pada saat sebagian besar negara-negara di dunia telah hidup berdampingandengan virus, Tiongkok kini justru tengah diguncang oleh gelombang varian baru.

Efek lanjutan dari pandemi, dan diperparah oleh perang di Ukraina, adalahterganggunya rantai pasok berbagai komoditas, terutama pangan dan energi. Awal2022 ditandai dengan gejolak kenaikan harga disertai kelangkaan minyak goreng di berbagai kota.

Pemerintah juga tertekan oleh naiknya harga minyak bumi, yang diimbangi denganmenaikkan harga BBM non-subsidi pada Maret 2022. Berkah windfall komoditasmembuat anggaran negara masih cukup kuat menanggung beban subsidi selamaberbulan-bulan.

Tetapi seiring melandainya tren kenaikan harga komoditas, pemerintah akhirnyamemutuskan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi pada September 2022. Gelombang protes tidak terhindarkan, diikuti unjuk rasa buruh yang menuntutpenyesuaian upah pada akhir tahun.

Pada ranah hukum, publik dikejutkan dengan kasus pembunuhan Brigadir Joshua yang dilakukan oleh Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan rekan-rekannya, serta tragediKanjuruhan yang menewaskan 135 orang yang tengah menonton jalannya pertandingansepakbola Liga 1.

Kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum khususnya kepolisian pun merosot tajam. Ferdy Sambo cs kemudian ditangkap dan persidangan dilakukan secaraterbuka. Pemerintah membentuk tim independen soal Kanjuruhan demi memulihkankepercayaan publik.

Pada bidang politik, wacana penundaan pemilu atau perpanjangan tiga periode masa jabatan presiden menimbulkan pro dan kontra. Meskipun timbul tenggelam, tetapi takpernah mati. Di bidang legislasi, disahkannya RKUHP dan Perppu Cipta Kerja juga memicu reaksi yang beragam.

Catatan penting lain pada 2022 adalah kepemimpinan global Indonesia selamamenjabat Presidensi G20. Di tengah gencarnya tekanan untuk mengucilkan Rusia, akhirnya KTT G20 tetap terselenggara di Bali dengan kehadiran seluruh perwakilannegara anggota, ditambah Ukraina.

Jokowi juga melakukan manuver internasional dengan berkunjung ke Kyiv, ibukotaUkraina yang luluh lantak diserang Rusia. Meskipun tidak bisa menghentikan perang, kunjungan Jokowi berhasil membuka embargo gandum dan pupuk yang sangatdibutuhkan dunia untuk ketahanan pangan.

Dari berbagai persoalan yang mendera bangsa, kepuasan publik terhadapkepemimpinan Presiden Jokowi tercatat tetap tinggi. Temuan survei Voxpopuli Research Center menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Jokowi selalu di atas 75 persensepanjang tahun 2022.

Kepuasan publik terhadap Jokowi tetap tinggi sepanjang tahun 2022,ungkap DirekturKomunikasi Voxpopuli Research Center Achmad Subadja dalam keterangan tertuliskepada pers di Jakarta, pada Minggu (8/1).

Catatan terbaru menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Jokowi mencapai 76,2 persen, di antaranya 4,8 persen merasa sangat puas. Hanya 19,8 persen menyatakan tidakpuas, di antaranya 1,2 persen tidak puas sama sekali, dan sisanya tidak tahu/tidakjawab 1,2 persen.

Rendahnya tingkat kepuasan terhadap Jokowi hanya terjadi pada pertengahan tahun2021, ketika gelombang varian delta menghantam Indonesia. Lonjakan kasus yang sangat tinggi dan tingginya angka kematian mendorong pemerintah menerapkanpembatasan sosial yang sangat ketat.

Tetapi seiring dengan menurunnya kasus Covid-19, pelonggaran dibuka dan ekonomipun kembali bergerak. Hasilnya, tingkat kepuasan kembali pulih, bahkan jauh lebihtinggi dari sebelumnya. Akhirnya menjelang pergantian tahun 2023 seluruh pembatasan(PPKM) dicabut sama sekali.

Meskipun kepuasan sangat tinggi, tetapi ancaman resesi global dan memasuki tahunpolitik bisa berkorelasi pada naik atau turunnya tingkat kepuasan publik terhadapkepemimpinan Presiden Jokowi,” tandas Achmad.

Indonesia juga dihadapkan pada tantangan kepemimpinan nasional pasca-2024, mengingat batasan konstitusi dua periode. “Apakah kepemimpinan selanjutnya dapatmeneruskan program-program pembangunan Jokowi, ataukah akan berujung pada antitesis,” pungkas Achmad.

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 1723 Desember 2022, kepada 1200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakiliseluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen, pada tingkatkepercayaan 95 persen. (*)