Select Page

Dalam setahun terakhir, elektabilitas Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo salingberkejaran. Temuan survei Voxpopuli Research Center menunjukkan Prabowo ungguldan mengalami kenaikan elektabilitas menjadi 23,3 persen, sedangkan Ganjar turunmenjadi 22,5 persen.

Sementara itu Anies Baswedan tertinggal posisinya di tiga besar, dengan elektabilitassedikit terkoreksi menjadi 18,2 persen. Sebelumnya Anies mengalami peningkatansignifikan selama kurun setahun, hingga mencapai puncak pada survei Januari 2023 lalu.

Prabowo unggul melawan Ganjar dalam bursa capres, dan keduanya meninggalkanAnies di posisi tiga besar,ungkap peneliti senior Voxpopuli Research Center PrijoWasono dalam keterangan tertulis kepada pers di Jakarta, pada Minggu (9/4).

Menurut Prijo, naiknya elektabilitas Prabowo hingga unggul terhadap Ganjarmengindikasikan terjadinya pergeseran dukungan dari pemilih loyalis Jokowi. Sebelumnya Presiden Jokowi tampak memberikan dukungan baik kepada Prabowo maupun Ganjar, seperti saat panen di Kebumen.

Prabowo juga kerap mendampingi Jokowi pada kunjungan ke sejumlah daerah, hinggapujian yang dilontarkan kepada Jokowi. Sebagai sosok yang lebih lama berkecimpungdalam politik, Prabowo dengan rendah hati mengakui keunggulan Jokowi dalamkepemimpinan nasional.

Endorsment Jokowi terhadap Prabowo tampak menguat, dan ada kecenderunganJokowi untuk mengarahkan koalisi besar merapat ke Prabowo,” tandas Prijo. Sepertidiketahui, dua koalisi partai-partai pendukung pemerintah tengah berupayamenggabungkan diri.

Pada silaturahmi di kantor DPP PAN pada awal April 2023, partai-partai yang tergabungdalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) berkumpul dan memberikan isyarat akan bersatu membentuk koalisi besar.

Sementara itu dukungan terhadap Ganjar mengalami penurunan, usai pernyataankontroversialnya bersama gubernur Bali Wayan Koster dan sejumlah pihak lain menolakkehadiran timnas Israel dalam gelaran Piala Dunia U20.

Ganjar yang selama ini digadang-gadang sebagai loyalis dan penerus Jokowi, hinggadiupayakan untuk bisa mendapatkan tiket pencapresan dari PDIP, tetapi belakanganmemilih bersikap berseberangan ketika pemerintah hendak mensukseskan Piala Dunia U20,” lanjut Prijo.

Meskipun demikian, Prijo menilai baik Prabowo maupun Ganjar tetap merupakan figurkuat dalam kontestasi menuju Pilpres 2024. Ganjar berhasil lolos uji loyalitas dari PDIP, sedangkan Prabowo bakal memimpin koalisi besar yang didukung oleh Jokowi,” Prijomenjelaskan.

Kedua poros tersebut memiliki irisan kepentingan untuk menghadang laju partai-partaipendukung Anies yang membentuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Di luarNasdem, partai-partai oposisi yaitu Demokrat dan PKS bergabung dalam KPP.

Tren kenaikan elektabilitas Anies terjadi setelah Nasdem mengusung Anies hinggadeklarasi pencapresan pada akhir 2022 lalu. “Selanjutnya elektabilitas Anies stagnanatau sedikit turun, terkait tidak jelasnya kapan deklarasi resmi ketiga partai anggotaKPP,” terang Prijo.

Tidak menutup kemungkinan elektabilitas Anies bergerak naik lagi, mendekati jadwalpendaftaran capres-cawapres,” ujar Prijo. Lebih-lebih jika PDIP dan koalisi besar tidakbisa menemukan kesepakatan untuk bergabung atau bakal maju sendiri-sendiri.

Di luar dinamika antara Prabowo, Ganjar, dan Anies, bursa capres masih diisi oleh nama-nama seperti Ridwan Kamil (5,5 persen), Sandiaga Uno (4,3 persen), dan AgusHarimurti Yudhoyono (4,1 persen).

Berikutnya, Puan Maharani (3,6 persen), Erick Thohir (3,3 persen), dan Khofifah IndarParawansa (2,6 persen). Lalu ada Airlangga Hartarto (1,5 persen), Mahfud MD (1,2 persen), Yenny Wahid (1,1 persen), dan Andika Perkasa (1,0 persen).

Sisanya memiliki elektabilitas di bawah 1 persen, dan tidak tahu/tidak jawab 6,1 persen. “Di tengah mengerucutnya tiga poros partai-partai, persaingan nama-nama tersebutmakin keras untuk memperebutkan tiket cawapres,” pungkas Prijo.

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 2531 Maret 2023, kepada 1200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakiliseluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen, pada tingkatkepercayaan 95 persen. (*)