Select Page

RM.id Rakyat Merdeka – Menguatnya dukungan publik terhadap pasangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 memberi insentif elektoral bagi Gerindra sebagai partai pengusung utamanya. Temuan survei Voxpopuli Research Center menunjukkan Gerindra berpeluang memenangkan pemilu legislatif 2024.

Elektabilitas Gerindra mencapai 18,6 persen, terpaut tipis dari PDIP sebesar 18,0 persen.

“Gerindra berpotensi menjadi pemenang Pemilu 2024,” ungkap Direktur Komunikasi Voxpopuli Research Center Achmad Subadja dalam keterangan tertulis kepada pers di Jakarta, pada Kamis (23/11/2023).

“Gerindra pelan-pelan naik dari peringkat ketiga menjadi kedua dalam perolehan suara, dan kini terbuka kemungkinan menduduki peringkat pertama,” tandas Achmad.

Pada debut pertama di Pemilu 2009, Gerindra menempati posisi papan tengah dengan suara berkisar 4 persen saja.

“Saat itu PDIP dan Gerindra memerankan diri sebagai oposisi terhadap pemerintahan periode kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” jelas Achmad.

PDIP dan Gerindra sama-sama mengusung Megawati Soekarnoputri berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai capres-cawapres. Koalisi PDIP-Gerindra berlanjut pada Pilkada DKI Jakarta 2012 yang mengorbitkan Jokowi dari kota Solo ke panggung nasional.

Selain Gerindra, pasangan Prabowo-Gibran didukung oleh banyak partai di Senayan maupun non-parlemen. Golkar masih mempertahankan peringkat ketiga dengan elektabilitas 8,7 persen, lalu ada Demokrat (6,5 persen), PSI (6,4 persen), dan PAN (3,4 persen).

Berikutnya ada Gelora (1,1 persen), PBB (0,6 persen), dan Garuda (0,1 persen). “Penamaan Koalisi Indonesia Maju (KIM) mencerminkan dukungan partai-partai tersebut terhadap pentingnya keberlanjutan program Jokowi pasca-2024,” Achmad menekankan.

Sedangkan pasangan Ganjar-Mahfud, selain PDIP hanya didukung oleh PPP (2,4 persen), Perindo (1,6 persen), dan Hanura (0,1 persen). Pasangan Anies-Muhaimin didukung oleh PKB (7,0 persen), PKS (4,3 persen), Nasdem (2,7 persen), dan Ummat (0,3 persen),” papar Achmad.

Dua partai baru memilih abstain soal dukungan terhadap capres-cawapres, yaitu PKN dan Buruh, sama-sama nihil elektabilitasnya.

“Kampanye Pileg dan Pilpres akan dimulai pada akhir November hingga minggu tenang menjelang pencoblosan pada 14 Februari 2024,” pungkas Achmad.

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 9-15 November 2023, kepada 1200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

sumber